Greateng
Senin, 25 November 2013
Minggu, 24 November 2013
Artikel Sistem Berkas
SISTEM BERKAS
Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam sistem operasi. Terdapat dua bagian penting dalam sistem berkas, yaitu: - Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data - Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas dalam sistem.
BERKAS DAN AKSES
Sistem penyimpanan, pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpanan eksternal. Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik. Berkas - Kumpulan dari record-record yang saling berhubungan. - Kumpulan dari statement-statement yang saling berhubungan - Kumpulan informasi terkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder.
KLASIFIKASI DATA
• Kelompok Data Tetap
Kelompok data yang tidak mengalami perubahan, paling tidak dalam kurun waktu yang lama.
Contoh: Data Pribadi Mahasiswa, Data Mata Kuliah.
• Kelompok Data Tidak Tetap Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan. Contoh: Data Rencana Studi Mahasiswa.
. • Kelompok Data yang bertambah menurut kurun waktu Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data tetap dan data tidak tetap.
Contoh: Data Transkrip, Master Nilai.
KLASIFIKASI BERKAS
• Master File (Berkas Induk)
File yang berisi data yang relatif tetap
Contoh: Ada 2 jenis Master File
1. Reference Master File File yang berisi record yang tidak berubah / jarang berubah Contoh: File pelanggan yang berisi field: nomor rekening, nama dan alamat.
2. Dynamic Master File File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
Contoh: - File stock barang - File pemesanan tempat duduk.
• Transaction File (Berkas Transaksi) File yang berisi record-record yang akan memperbaharui atau meng-update record-record yang ada pada master file. Meng-update dapat berupa: penambahan record, penghapusan dan perbaikan record.
• Report File (Berkas Laporan) File yang berisi data yang dibuat untuk laporan atau keperluan user. File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.
• Work File (Berkas Kerja) Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work f
ile merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir.
• Program File (Berkas Program) File yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Instruksi-instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL, FORTRAN, BASIC, dll), bahasa assembler dan bahasa mesin.
• Text File (Berkas Teks) File yang berisi input data alphanumerik dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.
• Dump File (Berkas Tampung) File yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.
• Library File (Berkas Pustaka) File yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya.
• History File (Berkas Sejarah) File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.
Contoh: Pada gambar 2 menunjukkan system flow diagram dari sistem penggajian sementara untuk menghasilkan paycheck berdasarkan timecards dan payroll information.
Gambar 2. System Flow Diagram
Tabel 1 menunjukkan klasifikasi file dari system flow diagram
Tabel 1. Klasifikasi File dan Fungsi.
MODEL AKSES BERKAS
Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu:
1. Input File File yang hanya dapat dibaca dengan program.
Contoh:
- Transaction file merupakan input file untuk meng-update program.
- Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler.
2. Output File File yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program. Contoh: - Report file merupakan output dari program yang meng-update master file.
- Program file yang berupa object code merupakan output file dari program compiler.
3. Input/Output File File yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program.
Contoh: - Master File - Work File dengan sort program Tabel 2 menunjukkan model akses file dari sistem flow diagram
Tabel 2. Model Akses File. Note: Sebuah file mempunyai lebih dari satu fungsi, jika digunakan oleh lebih dari satu program.
ORGANISASI BERKAS
Suatu teknik/cara yang digunakan untuk menyatakan/menggambarkan dan menyimpan record-record dalam sebuah berkas.
Ada 4 teknik dasar organisasi berkas, yaitu:
1. Sequential File
2. Relative File
3. Index Sequential File
4. Multi-Key File
Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu
• Direct Access Suatu cara pengaksesan record yang langsung tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh: Magnetic Disk, CD
• Sequential Access Suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record didepannya.
Contoh: Magnetic Tape, Punch Card Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi berkas, yaitu:
- Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan. - Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses.
- Respon time yang diperlukan.
OPERASI BERKAS Cara memilih organisasi berkas tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu:
1. Model penggunaannya ada 2 cara, yaitu:
- Batch Processing Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
- Interactive Processing Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
2. Menurut model operasi file ada 4 cara, yaitu:
• Creation Membuat struktur file lebih terdahulu, lalu menentukan banyak record baru kemudian record-record tersebut dimuat kedalam file tersebut atau membuat file dengan cara merekam record demi record
• Update Untuk menjaga agar file tetap up to date - Insert / Add - Modification - Deletion.
• Retrieval Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. - Inquiry Volume data rendah, model proses interactive - Report Generation Volume data tinggi, model proses batch. File retrieval dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Comprehensive Retrieval Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh: Display all List nama, alamat
2. Selective Retrieval Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu Contoh: List for Gaji = 1000000 List NPM,Nama,Alamat for angkatan = 99
• Maintenance Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut.
- Restructuring: perubahan struktur file Contoh: Panjang field diubah Penambahan field baru Panjang record diubah - Reorganization: perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain. Contoh: organisasi sequential file menjadi indexed sequential organisasi direct file menjadi sequential file.
Macam-macam Sistem Berkas Sistem Berkas Pada Windows Direktori dan Berkas Sistem operasi
Windows merupakan sistem operasi yang telah dikenal luas. Sistem operasi ini sangat memudahkan para penggunanya dengan membuat struktur direktori yang sangat user-friendly. Para pengguna Windows tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan sistem direktori yang telah dibuat oleh Microsoft. Windows menggunakan sistem drive letter dalam merepresentasikan setiap partisi dari disk. Sistem operasi secara otomatis akan terdapat dalam partisi pertama yang diberi label drive C. Sistem operasi Windows dibagi menjadi dua keluarga besar, yaitu keluarga Windows 9x dan keluarga Windows NT (New Technology). Direktori yang secara otomatis dibuat dalam instalasi Windows adalah:
1. Direktori C:\WINDOWS Direktori ini berisikan sistem dari Windows.
Dalam direktori ini terdapat pustaka-pustaka yang diperlukan oleh Windows, device driver, registry, dan program-program esensial yang dibutuhkan oleh Windows untuk berjalan dengan baik.
2. Direktori C:\Program Files Direktori ini berisikan semua program yang diinstal ke dalam sistem operasi. Semua program yang diinstal akan menulis entry ke dalam registry agar program tersebut dapat dijalankan dalam sistem Windows.
3. Direktori C:\My Documents Direktori ini berisikan semua dokumen yang dimiliki oleh pengguna sistem. Sistem operasi Windows dapat berjalan diatas beberapa macam sistem berkas. Setiap sistem berkas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Semua keluarga Windows yang berbasis Windows NT dapat mendukung sistem berkas yang digunakan oleh keluarga Windows 9x, namun hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. Sistem Berkas yang terdapat dalam sistem operasi Windows adalah:
1. FAT 16: Sistem berkas ini digunakan dalam sistem operasi DOS dan Windows 3.1
2. FAT 32: Sistem ini digunakan oleh keluarga Windows 9x.
3. NTFS: Merupakan singkatan dari New Technology File System. Sistem berkas ini adalah sistem berkas berbasis journaling dan dapat digunakan hanya pada keluarga Windows NT.
Keunggulan dari sistem berkas ini adalah fasilitas recovery yang memungkinkan dilakukannya penyelamatan data saat terjadi kerusakan pada sistem operasi.
Sistem Berkas pada UNIX (dan turunannya) Ketika kita login ke UNIX, kita akan ditempatkan di direktori root kita. Direktori root kita dikenal sebagai direktori home kita dan dispesifikasi dengan environment variable yang dinamakan HOME. Environment variable ini menentukan karakteristik dari shell kita dan interaksi pengguna dengan shell tersebut. Environment variable yang umum adalah variabel PATH, yang mendefinisikan dimana shell akan mencari ketika perintah dari pengguna. Untuk melihat daftar environment variable, gunakan saja perintah printenv. Sedangkan untuk mengatur environment variable, gunakan setenv. Ada beberapa direktori yang umum terdapat dalam instalasi UNIX:
1. Direktori "/" (root) Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori UNIX. Biasanya direktori root ini diberi tanda / atau slash. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktori-direktori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root. Berkas-berkas dapat disimpan pada direktori root tetapi usahakan tidak menyimpan berkas-berkas biasa sehingga direktori ini tetap terjaga keteraturannya. Perubahan penamaan direktori-direktori yang ada pada direktori root akan menyebabkan sebagian besar dari sistem menjadi tidak berguna. Karena sebagian besar dari direktori-direktori ini berisi fungsi-fungsi yang sifatnya kritikal yang dimana sistem operasi dan semua aplikasi memerlukan direktori-direktori ini dengan nama yang sudah diberikan pada awal instalasi. Tetapi kita bisa membuat direktori lain pada level ini. Direktori home juga bisa ditemukan pada level ini hasil pembuatan oleh administrator sistem.
2. Direktori "/bin" Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi, program-program shell, perintah pencarian dan lain-lainnya. bin adalah singkatan dari kata binary. Di UNIX, sebuah binary adalah berkas yang dapat dieksekusi. Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary, perintah-perintah tersebut merupakan program-program kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna. Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-in dimana fungsi mereka dikendalikan oleh program shell sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah. Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Direktori /usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan.Dalam hal ini, /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin.
3. Direktori "/dev" Direktori ini berisi berkas-berkas alat atau alat I/O. Sistem UNIX menganggap semua hal sebagai berkas. Hal-hal seperti monitor, CD-ROM, printer dan lain-lainnya dianggap hanya sebagai berkas saja oleh sistem operasi. Jika UNIX memerlukan perangkat-perangkat tersebut maka UNIX akan mencarinya ke direktori dev.
4. Direktori "/etc" Direktori yang dibaca et-see ini berisi beberapa konfigurasi berkas pengguna dan sistem, dan berkas yang ditunjuk sistem sebagai operasi normal seperti berkas kata sandi, pesan untuk hari ini, dan lain-lainnya.
5. Direktori "/lib" Direktori ini berisi pustaka-pustaka (libraries) yang dibagi (shared). Pustaka ini adalah rutin perangkat lunak (software routines) yang digunakan lebih dari satu bagian dari sistem operasi. Ketika kita menginstalasi perangkat lunak yang baru maka ada pustaka-pustaka baru yang ditambahkan ke direktori lib. Jika pada waktu berusaha menjalankan aplikasi terdapat pesan error, hal ini diakibatkan ada pustaka yang hilang dari direktori lib. Aplikasi-aplikasi di UNIX biasanya memeriksa lib ketika menginstalasi untuk memeriksa apakah pustaka-pustaka yang diperlukan oleh aplikasi sudah tersedia atau belum. Jika sudah tersedia, UNIX biasanya tidak menimpa pustaka tersebut.
6. Direktori "/sbin" Direktori ini berisi binary-binary juga seperti pada direktori bin.Tetapi,bedanya adalah binary-binary pada direktori ini berhubungan dengan fungsi-fungsi sistem administrasi pada sistem operasi UNIX. Binary-binary ini bukan yang biasa digunakan oleh pengguna tetapi digunakan agar komputer dapat beroperasi secara efisien.
7. Direktori "/usr" Direktori ini terdiri dari banyak direktori seperti pada direktori root. Direktori ini berisi berkas-berkas yang dapat diakses oleh para pengguna biasa. Struktur dari direktori ini mirip dengan struktur direktori "/". Beberapa direktori yang terdapat dalam direktori ini berhubungan dengan direktori yang ada di direktori /.
8. Direktori "/var" Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti "/etc". Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var. Perbandingan antara Windows dan UNIX Sistem berkas UNIX berbeda dengan sistem berkas Windows (DOS) karena sistem berkas UNIX lebih hebat dan mudah diatur daripada Windows (DOS). Penamaan dalam UNIX dan Windows berbeda. Karena sistem Windows ingin memudahkan pengguna maka sistem mereka mengubah nama menjadi nama yang lebih mudah bagi para pengguna.
Contohnya adalah nama folder dalam adalah perubahan dari directory yang masih digunakan oleh UNIX. Penggunaan back slash (\) digunakan untuk memisahkan direktori-direktori dalam Windows, tetapi hal ini tidak ada dalam UNIX. Sistem UNIX menggunakan case sensitive, yang artinya nama suatu berkas yang sama jika dibaca, tetapi penulisan namanya berbeda dalam hal ada satu file yang menggunakan huruf kapital dalam penamaan dan satu tidak akan berbeda dalam UNIX.
Contohnya ada berkas bernama berkasdaku.txt dan BerkasDaku.txt, jika dibaca nama berkasnya sama tetapi dalam UNIX ini merupakan dua berkas yang jauh berbeda. Jika berkas-berkas ini berada di sistem Windows, mereka menunjuk ke berkas yang sama yang berarti Windows tidak case sensitive. Hal lain yang membedakan sistem berkas UNIX dengan Windows adalah UNIX tidak menggunakan drive letter seperti C:, D: dalam Windows. Tetapi semua partisi dan drive ekstra di mount didalam sub-direktori di bawah direktori root. Jadi pengguna tidak harus bingung di drive letter mana suatu berkas berada sehingga seluruh sistem seperti satu sistem berkas yang berurutan dari direktori root menurun secara hierarki. Macam-macam Sistem Berkas di UNIX Secara garis besar, sistem berkas di sistem UNIX terbagi menjadi dua, yaitu sistem berkas dengan fasilitas journaling dan yang tidak memiliki fasilitas tersebut.
Dibawah ini adalah beberapa sistem berkas yang digunakan dalam sistem UNIX pada umumnya:
1. EXT2
2. EXT3
3. JFS (Journaling File System)
4. ReiserFS
5. Dan Lain-lain.
Secara umum dapat disimpulkan, bahwa:
- Master file dan program file, kita dapat melakukan created, updated, retrieved from dan maintainece.
- Workfile, kita dapat melakukan created, updated dan retrieved from, tetapi tidak dapat kita maintained.
- Report file umumnya tidak di updated, retrieved from atau maintained.
- Transaction file, umumnya hanya dapat di create dan digunakan untuk sekali proses.
Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam sistem operasi. Terdapat dua bagian penting dalam sistem berkas, yaitu: - Kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data - Struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas dalam sistem.
BERKAS DAN AKSES
Sistem penyimpanan, pengelolaan dan penyimpanan data pada alat penyimpanan eksternal. Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik. Berkas - Kumpulan dari record-record yang saling berhubungan. - Kumpulan dari statement-statement yang saling berhubungan - Kumpulan informasi terkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder.
KLASIFIKASI DATA
• Kelompok Data Tetap
Kelompok data yang tidak mengalami perubahan, paling tidak dalam kurun waktu yang lama.
Contoh: Data Pribadi Mahasiswa, Data Mata Kuliah.
• Kelompok Data Tidak Tetap Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan. Contoh: Data Rencana Studi Mahasiswa.
. • Kelompok Data yang bertambah menurut kurun waktu Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi dari kelompok data tetap dan data tidak tetap.
Contoh: Data Transkrip, Master Nilai.
KLASIFIKASI BERKAS
• Master File (Berkas Induk)
File yang berisi data yang relatif tetap
Contoh: Ada 2 jenis Master File
1. Reference Master File File yang berisi record yang tidak berubah / jarang berubah Contoh: File pelanggan yang berisi field: nomor rekening, nama dan alamat.
2. Dynamic Master File File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
Contoh: - File stock barang - File pemesanan tempat duduk.
• Transaction File (Berkas Transaksi) File yang berisi record-record yang akan memperbaharui atau meng-update record-record yang ada pada master file. Meng-update dapat berupa: penambahan record, penghapusan dan perbaikan record.
• Report File (Berkas Laporan) File yang berisi data yang dibuat untuk laporan atau keperluan user. File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.
• Work File (Berkas Kerja) Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work f
ile merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. Biasanya file ini dibuat pada waktu proses sortir.
• Program File (Berkas Program) File yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Instruksi-instruksi tersebut dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (COBOL, FORTRAN, BASIC, dll), bahasa assembler dan bahasa mesin.
• Text File (Berkas Teks) File yang berisi input data alphanumerik dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.
• Dump File (Berkas Tampung) File yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.
• Library File (Berkas Pustaka) File yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya.
• History File (Berkas Sejarah) File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.
Contoh: Pada gambar 2 menunjukkan system flow diagram dari sistem penggajian sementara untuk menghasilkan paycheck berdasarkan timecards dan payroll information.
Gambar 2. System Flow Diagram
Tabel 1 menunjukkan klasifikasi file dari system flow diagram
Tabel 1. Klasifikasi File dan Fungsi.
MODEL AKSES BERKAS
Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu:
1. Input File File yang hanya dapat dibaca dengan program.
Contoh:
- Transaction file merupakan input file untuk meng-update program.
- Program file dari source code merupakan input file untuk program compiler.
2. Output File File yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program / file yang dibuat dengan program. Contoh: - Report file merupakan output dari program yang meng-update master file.
- Program file yang berupa object code merupakan output file dari program compiler.
3. Input/Output File File yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program.
Contoh: - Master File - Work File dengan sort program Tabel 2 menunjukkan model akses file dari sistem flow diagram
Tabel 2. Model Akses File. Note: Sebuah file mempunyai lebih dari satu fungsi, jika digunakan oleh lebih dari satu program.
ORGANISASI BERKAS
Suatu teknik/cara yang digunakan untuk menyatakan/menggambarkan dan menyimpan record-record dalam sebuah berkas.
Ada 4 teknik dasar organisasi berkas, yaitu:
1. Sequential File
2. Relative File
3. Index Sequential File
4. Multi-Key File
Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu
• Direct Access Suatu cara pengaksesan record yang langsung tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh: Magnetic Disk, CD
• Sequential Access Suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record didepannya.
Contoh: Magnetic Tape, Punch Card Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi berkas, yaitu:
- Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan. - Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses.
- Respon time yang diperlukan.
OPERASI BERKAS Cara memilih organisasi berkas tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu:
1. Model penggunaannya ada 2 cara, yaitu:
- Batch Processing Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
- Interactive Processing Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
2. Menurut model operasi file ada 4 cara, yaitu:
• Creation Membuat struktur file lebih terdahulu, lalu menentukan banyak record baru kemudian record-record tersebut dimuat kedalam file tersebut atau membuat file dengan cara merekam record demi record
• Update Untuk menjaga agar file tetap up to date - Insert / Add - Modification - Deletion.
• Retrieval Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. - Inquiry Volume data rendah, model proses interactive - Report Generation Volume data tinggi, model proses batch. File retrieval dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Comprehensive Retrieval Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh: Display all List nama, alamat
2. Selective Retrieval Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu Contoh: List for Gaji = 1000000 List NPM,Nama,Alamat for angkatan = 99
• Maintenance Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut.
- Restructuring: perubahan struktur file Contoh: Panjang field diubah Penambahan field baru Panjang record diubah - Reorganization: perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain. Contoh: organisasi sequential file menjadi indexed sequential organisasi direct file menjadi sequential file.
Macam-macam Sistem Berkas Sistem Berkas Pada Windows Direktori dan Berkas Sistem operasi
Windows merupakan sistem operasi yang telah dikenal luas. Sistem operasi ini sangat memudahkan para penggunanya dengan membuat struktur direktori yang sangat user-friendly. Para pengguna Windows tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan sistem direktori yang telah dibuat oleh Microsoft. Windows menggunakan sistem drive letter dalam merepresentasikan setiap partisi dari disk. Sistem operasi secara otomatis akan terdapat dalam partisi pertama yang diberi label drive C. Sistem operasi Windows dibagi menjadi dua keluarga besar, yaitu keluarga Windows 9x dan keluarga Windows NT (New Technology). Direktori yang secara otomatis dibuat dalam instalasi Windows adalah:
1. Direktori C:\WINDOWS Direktori ini berisikan sistem dari Windows.
Dalam direktori ini terdapat pustaka-pustaka yang diperlukan oleh Windows, device driver, registry, dan program-program esensial yang dibutuhkan oleh Windows untuk berjalan dengan baik.
2. Direktori C:\Program Files Direktori ini berisikan semua program yang diinstal ke dalam sistem operasi. Semua program yang diinstal akan menulis entry ke dalam registry agar program tersebut dapat dijalankan dalam sistem Windows.
3. Direktori C:\My Documents Direktori ini berisikan semua dokumen yang dimiliki oleh pengguna sistem. Sistem operasi Windows dapat berjalan diatas beberapa macam sistem berkas. Setiap sistem berkas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Semua keluarga Windows yang berbasis Windows NT dapat mendukung sistem berkas yang digunakan oleh keluarga Windows 9x, namun hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. Sistem Berkas yang terdapat dalam sistem operasi Windows adalah:
1. FAT 16: Sistem berkas ini digunakan dalam sistem operasi DOS dan Windows 3.1
2. FAT 32: Sistem ini digunakan oleh keluarga Windows 9x.
3. NTFS: Merupakan singkatan dari New Technology File System. Sistem berkas ini adalah sistem berkas berbasis journaling dan dapat digunakan hanya pada keluarga Windows NT.
Keunggulan dari sistem berkas ini adalah fasilitas recovery yang memungkinkan dilakukannya penyelamatan data saat terjadi kerusakan pada sistem operasi.
Sistem Berkas pada UNIX (dan turunannya) Ketika kita login ke UNIX, kita akan ditempatkan di direktori root kita. Direktori root kita dikenal sebagai direktori home kita dan dispesifikasi dengan environment variable yang dinamakan HOME. Environment variable ini menentukan karakteristik dari shell kita dan interaksi pengguna dengan shell tersebut. Environment variable yang umum adalah variabel PATH, yang mendefinisikan dimana shell akan mencari ketika perintah dari pengguna. Untuk melihat daftar environment variable, gunakan saja perintah printenv. Sedangkan untuk mengatur environment variable, gunakan setenv. Ada beberapa direktori yang umum terdapat dalam instalasi UNIX:
1. Direktori "/" (root) Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori UNIX. Biasanya direktori root ini diberi tanda / atau slash. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktori-direktori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root. Berkas-berkas dapat disimpan pada direktori root tetapi usahakan tidak menyimpan berkas-berkas biasa sehingga direktori ini tetap terjaga keteraturannya. Perubahan penamaan direktori-direktori yang ada pada direktori root akan menyebabkan sebagian besar dari sistem menjadi tidak berguna. Karena sebagian besar dari direktori-direktori ini berisi fungsi-fungsi yang sifatnya kritikal yang dimana sistem operasi dan semua aplikasi memerlukan direktori-direktori ini dengan nama yang sudah diberikan pada awal instalasi. Tetapi kita bisa membuat direktori lain pada level ini. Direktori home juga bisa ditemukan pada level ini hasil pembuatan oleh administrator sistem.
2. Direktori "/bin" Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi, program-program shell, perintah pencarian dan lain-lainnya. bin adalah singkatan dari kata binary. Di UNIX, sebuah binary adalah berkas yang dapat dieksekusi. Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary, perintah-perintah tersebut merupakan program-program kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna. Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-in dimana fungsi mereka dikendalikan oleh program shell sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah. Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Direktori /usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan.Dalam hal ini, /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin.
3. Direktori "/dev" Direktori ini berisi berkas-berkas alat atau alat I/O. Sistem UNIX menganggap semua hal sebagai berkas. Hal-hal seperti monitor, CD-ROM, printer dan lain-lainnya dianggap hanya sebagai berkas saja oleh sistem operasi. Jika UNIX memerlukan perangkat-perangkat tersebut maka UNIX akan mencarinya ke direktori dev.
4. Direktori "/etc" Direktori yang dibaca et-see ini berisi beberapa konfigurasi berkas pengguna dan sistem, dan berkas yang ditunjuk sistem sebagai operasi normal seperti berkas kata sandi, pesan untuk hari ini, dan lain-lainnya.
5. Direktori "/lib" Direktori ini berisi pustaka-pustaka (libraries) yang dibagi (shared). Pustaka ini adalah rutin perangkat lunak (software routines) yang digunakan lebih dari satu bagian dari sistem operasi. Ketika kita menginstalasi perangkat lunak yang baru maka ada pustaka-pustaka baru yang ditambahkan ke direktori lib. Jika pada waktu berusaha menjalankan aplikasi terdapat pesan error, hal ini diakibatkan ada pustaka yang hilang dari direktori lib. Aplikasi-aplikasi di UNIX biasanya memeriksa lib ketika menginstalasi untuk memeriksa apakah pustaka-pustaka yang diperlukan oleh aplikasi sudah tersedia atau belum. Jika sudah tersedia, UNIX biasanya tidak menimpa pustaka tersebut.
6. Direktori "/sbin" Direktori ini berisi binary-binary juga seperti pada direktori bin.Tetapi,bedanya adalah binary-binary pada direktori ini berhubungan dengan fungsi-fungsi sistem administrasi pada sistem operasi UNIX. Binary-binary ini bukan yang biasa digunakan oleh pengguna tetapi digunakan agar komputer dapat beroperasi secara efisien.
7. Direktori "/usr" Direktori ini terdiri dari banyak direktori seperti pada direktori root. Direktori ini berisi berkas-berkas yang dapat diakses oleh para pengguna biasa. Struktur dari direktori ini mirip dengan struktur direktori "/". Beberapa direktori yang terdapat dalam direktori ini berhubungan dengan direktori yang ada di direktori /.
8. Direktori "/var" Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti "/etc". Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var. Perbandingan antara Windows dan UNIX Sistem berkas UNIX berbeda dengan sistem berkas Windows (DOS) karena sistem berkas UNIX lebih hebat dan mudah diatur daripada Windows (DOS). Penamaan dalam UNIX dan Windows berbeda. Karena sistem Windows ingin memudahkan pengguna maka sistem mereka mengubah nama menjadi nama yang lebih mudah bagi para pengguna.
Contohnya adalah nama folder dalam adalah perubahan dari directory yang masih digunakan oleh UNIX. Penggunaan back slash (\) digunakan untuk memisahkan direktori-direktori dalam Windows, tetapi hal ini tidak ada dalam UNIX. Sistem UNIX menggunakan case sensitive, yang artinya nama suatu berkas yang sama jika dibaca, tetapi penulisan namanya berbeda dalam hal ada satu file yang menggunakan huruf kapital dalam penamaan dan satu tidak akan berbeda dalam UNIX.
Contohnya ada berkas bernama berkasdaku.txt dan BerkasDaku.txt, jika dibaca nama berkasnya sama tetapi dalam UNIX ini merupakan dua berkas yang jauh berbeda. Jika berkas-berkas ini berada di sistem Windows, mereka menunjuk ke berkas yang sama yang berarti Windows tidak case sensitive. Hal lain yang membedakan sistem berkas UNIX dengan Windows adalah UNIX tidak menggunakan drive letter seperti C:, D: dalam Windows. Tetapi semua partisi dan drive ekstra di mount didalam sub-direktori di bawah direktori root. Jadi pengguna tidak harus bingung di drive letter mana suatu berkas berada sehingga seluruh sistem seperti satu sistem berkas yang berurutan dari direktori root menurun secara hierarki. Macam-macam Sistem Berkas di UNIX Secara garis besar, sistem berkas di sistem UNIX terbagi menjadi dua, yaitu sistem berkas dengan fasilitas journaling dan yang tidak memiliki fasilitas tersebut.
Dibawah ini adalah beberapa sistem berkas yang digunakan dalam sistem UNIX pada umumnya:
1. EXT2
2. EXT3
3. JFS (Journaling File System)
4. ReiserFS
5. Dan Lain-lain.
Secara umum dapat disimpulkan, bahwa:
- Master file dan program file, kita dapat melakukan created, updated, retrieved from dan maintainece.
- Workfile, kita dapat melakukan created, updated dan retrieved from, tetapi tidak dapat kita maintained.
- Report file umumnya tidak di updated, retrieved from atau maintained.
- Transaction file, umumnya hanya dapat di create dan digunakan untuk sekali proses.
Langganan:
Komentar (Atom)